Terinspirasi statusnya mas Ady Muntilan....
Konsultan = nyuruh2 klien, mengajukan usul, menerima uang, dan pergi dengan tidak lupa meninggalkan segelintir masalah untk project berikutnya. Ada benarnya dan ada tidaknya. Bagi yang pernah menjadi konsultan, atau pernah menjadi anak buah konsultan atau pernah menjadi klien konsultan silakan angkat tangan dan protes....
Kalau dipikir-pikir, pasti ada konsultan 'putih' yang ngamuk-ngamuk ndengerin hal itu. Tapi pasti banyak konsultan 'hitam' yang cuman manggut-manggut dan tersenyum. Ngaku...!
Coba pikir, berapa banyak project yang hasilnya nol besar, atau nol setengah paling gak. Dan jelas meninggalkan beberapa lubang masalah untuk ditawarkan menjadi solusi anggaran berikutnya. Tapi , banyak juga yang hasilnya ga nol sama sekali...dan sayangnya ga bakal ada data untuk hal ini.
Yap, yang paling riskan adalah project pemerintah. Kayaknya ada gab 'skill' yang sangat besar antara konsultan dengan klien. Diapain aja, sang klien pasti 'ok-ok' dan wuzz...keluar duit, yang tentunya pasti ada duit 'back to client'. Senangnya kedua belah pihak. Jawab, siapa yang rugi? Ga ada lah, semua untung, semua dapet bagian, semua senang.
Coba gini, misalnya untuk pengembangan ke-IF-an di pemerintah. Sewa beberapa orang lulusan fresh graduate IF, gaji standard tinggi (standard multinasional), suruh kerja jadi pegawai pemerintah per departemen. Tapi jangan serabutan/model konsultan. Bener2 jadi pegawai. Pasti semua project ke-IF-an bisa jalan, maju dan ga 'muspra'. Ga perlu sewa-sewa konsultan ga jelas, ga perlu keluar uang yang ga perlu.
- bandoro. hanya mencoba berpikir kritis dan solutif.
Wednesday, October 26, 2005
Konsultan...bukan sembarangan.
Oleh suBandoro pukul 10:06 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment