
Dalam sebuah percakapan antara 2 sosok bernama Tangan (T) dan Obsesi (O), berikut:
O: "Mas Tangan, mbok aku dibantu. Mau apa ndak?"Wuis... sebuah pergulatan materi dan obsesi dalam bentuk hobby dimulai lagi. Dulu B (menyebut diri orang pertama) masuk dunia keras, naek gunung. Saban sebulan sekali dipastikan ngabsen di gunung2 > 3000m di sekitar Jogja. Alhasil lebih dari 20x jalan ke puncak gunung dilalui (berlebihan ding..:p). Ndak tahu tujuannya apa. Hiks. Harta, tenaga dan wanita dikorbankan begitu saja.
T: "Tergantung mood Mbak. Emang mau dibantu ngapain to? Bisanya cuman perintah aja!"
O: "Gampang kok Mas. Aku pingin nulis lagi, mbacutke cita-cita dulu. Maap kalo ngrepotin."
T: "Halah, kok ndak kapok2 to. Payah. Kalau lagi semangat, cita2nya macem2, trus kecapekan mikirnya, tidur, bangun-bangun lali lagi. Dasar ga tau diri."
O: "Ampun gitu to Mas. Tanpa diriku, sampeyan ndak bisa kerja loh. Karena aku pula, dirimu sekarang enak, kerjanya cuman ngetik. Coba kalo dulu aku ndak mimpi jadi kayak gini, bisa2 sampeyan megang cangkul mas, kapalen terus. Hayah..."
T: "Yo wis, tapi janji loh ya. Kalo punya cita2, mimpi dan kanca2nya; yang serius, rutin, ber-stamina. Kayak yang Mbah Maridjan bilang, rosa..rosa... Sekarang maunya apaan?"
O : "Gini lho mas..." (dilanjutkan dengan narasi dibawah ini)
Sekarang juga gitu. Sebuah barang hasil pikiran para ahli Fisika didapat. Ndak perlu dilebar panjangkan bentuknya apa. Sementara hasilnya bisa dinikmati di sini. Yach semoga saja ndak hanya menjadi temporary hobby. Nek iso yo saklawase.
No comments:
Post a Comment