Monday, December 31, 2007

Dangdutan vs Kuntilanak vs Ndobos

"Tak bisa engkau ingkari...
Engkaulah satu-satunya..."
(ari lasso dari lapangan monas)

Tepatnya dari tayangan langsung sebuah stasiun swasta, sebuah acara hirup kikuk, pesta kembang api. Tahun 2008 di papua, dan indonesia tengah, sudah lewat. Sebentar lagi (atau bahkan sudah) untuk indonesia barat, GMT + 7. Selamat.

Malam tahun baru ini, menjadi malam seperti malam biasa bagi Mbah DarX. Nonton tivi, guyon dengan rekan-rekannya. Ndak terlalu berbeda, hanya teriring suara dangdutan dari jalan sebelah. Jalan belakang makam pahlawan. Mungkin para pahlawan kita ikut berjoged di sela-sela para joged-er alam fana.

Eh, beda ding. Sedikit beda. Mulai jam 8-an nonton film , horor, Kuntilanak. Kebetulan blum pernah nonton (bukan tipe penonton yang baik). Bukan berarti ndak ada acara lain, bukan berarti pula sebuah resolusi tahun horor 2007, atau doa untuk kejadian horor lain di 2008. Bukan berarti pula sok bijak, bersemangat menutup semua kenangan horor di tahun 2007 dengan film horor. Ya, karena adanya cuman film horor, di tipi yang kita tonton bareng-bareng, berempat.

Di seperempat film terakhir, disambi memainkan kartu, yang dibeli tadi sore. Memainkan permainan lama, paling ndak bagi Mbah DarX & Mas Jim. Pemula bagi 2 teman yang lain. Permainan ini disebut "ndobos-ndobosan" atau "apus-apusan". Ndak terkenal ya? Padahal mengasyikkan, menggembirakan. Euforia kemenangan, melebihi momen hedonisme di lapangan monas atau di panggung dangdut jalan sebelah. Bukan berarti dimainkan karena ingin ndak ndobos lagi di tahun 2008, bukan berarti pula bahwa kita mengasah kemampuan untuk semakin bisa ndobos di 2008. Malam ini dianggap "ndobos-ndobosan" adalah permainan paling mengasyikkan. Kapan-kapan, permainannya akan diajarkan oleh Mbah DarX, di kelas kalau mau.

Thus, tahun 2008 segera disambut. Tahun kenangan, tahun horor di awal tahun, di tengah tahun & di akhir tahun. Semoga kegembiraan para joged-er di jalan sebelah menular, pada penduduk indonesia, pada yang terkena bencana, pada yang tahun depan berkewajiban bergembira, pada pemimpin & saudara-saudara kita. Semoga tahun 2008 ndak jadi tahun horor, bukan untuk ndobos-ndobosan lagi. Selamat!

Nuwun.

1 comment:

eni.rahmayanti said...

ngerti seko ndi neng alam fana ono jogeder, hihi, berarti ingkang rayi iki wis tau berkunjung mrono yo. iku apus-apusan sing pas kemping neng pinggir kali kae dudu to band?