
Fenomena Pre-New Year
Api unggun di depan belum mulai dinyalakan. Masih terasa sembribit angin malam yang lambat laun mulai memadamkan beberapa puntung roko di belakang Mbah DarX. Gaung para mudi terasa cekikikan sampai ke relung perasaan, serasa menggemakan dusun KerepMasukAngin. Ndak kalah, para pemuda cekakakan bahkan jika para jenazah di kuburan sebelah bisa bersuara, mereka pasti akan menghardik keras-keras.
Blummm.....
Api unggun dinyalakan, suara pembawa acara membungkam cekakak-cekikik muda-mudi sembari menyampaikan pesan agar semua terbisu & menyanyikan lagu syukur.
"Da...ri yakinku...teguh...",
Teriring suara puisi menyalak keras dari Mbakyu Darmi. Puisi sederhana, tentang perjalanan seorang ibu membesarkan anaknya.
"Ibuku sayang, masih terus berjalan walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah"
Sebuah saduran, lebih tepatnya jiplakan mati-matian dari sebuah lagu kaum jejaka. Baguslah, paling ndak bagi kaum desa yang masih cukup jauh dari peradaban. Puisi selesai dikumandangkan, sebentar kemudian lagu senyap, terbawa angin.
Selanjutnya kemudian disambung dengan cekakak-cekikik lagu para kaum yang ndak berbeda. Beberapa diantaranya berlalu, menembus malam, pulang.
Itulah sekelumit kisah Mbah DarX ketika masih tinggal di sebuah dusun sederhana, di wilayah paling selatan pulau jawa. Momentum ketika esok hari adalah tahun baru, 1996, ketika di belahan bumi yang lain para kaum sebangsanya merayakan dengan letupan-letupan kenikmatan duniawi.
Sebuah kisah sederhana, hanya perlu 20.000 untuk beli camilan, criping telo. Ndak perlu kembang api yang indah, atau peralatan band yang membuat telinga pekak. Sebuah kisah yang mengingatkan Mbah DarX akan arti penting sebuah kenangan kaledoskop satu tahun & rasa syukur yang tinggi untuk menyambut tahun yang SEMOGA lebih cerah.
SELAMAT TAHUN BARU 2008!!!
Teruntuk Simbok, Bapak, Mbakyuk, Adhiku, Ponakanku, Hyang-ku, Simbah lan para kadang sutresna rasa syukur.
Terimakah untuk Dzat yang telah memberikan hidup & bukan sekedar nyawa bagi umat-Nya.
Monday, December 31, 2007
Thus, Lagu Syukur pun Dinyanyikan
Oleh suBandoro pukul 12:37 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment